BREAKING Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional di Cikarang • Sering Dengar Tapi Nggak Paham? Ini Arti Bahasa Gaul Kekinian • Statistik Pertandingan Los Angeles Rams vs Carolina Panthers, di Wild Card Playoff NFL • Bali United Hadapi Dua Ujian Berat di Dewata Challenge Series 2026, Persib Jadi Tantangan Terakhir • Dari Hadiah Sang Ayah hingga Revolusi 3D, Begini Cara Tiga Pengusaha Indonesia Memanfaatkan Ekosistem Apple BREAKING Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional di Cikarang • Sering Dengar Tapi Nggak Paham? Ini Arti Bahasa Gaul Kekinian • Statistik Pertandingan Los Angeles Rams vs Carolina Panthers, di Wild Card Playoff NFL • Bali United Hadapi Dua Ujian Berat di Dewata Challenge Series 2026, Persib Jadi Tantangan Terakhir • Dari Hadiah Sang Ayah hingga Revolusi 3D, Begini Cara Tiga Pengusaha Indonesia Memanfaatkan Ekosistem Apple
Kembali

Warga Swiss Ramai-Ramai Tinggalkan Gereja, Pajak Jadi Salah Satu Pemicu

Warga Swiss Ramai-Ramai Tinggalkan Gereja, Pajak Jadi Salah Satu Pemicu
ZOAHARIAN.COM - Warga Swiss beramai-ramai meninggalkan keanggotaan gereja dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor yang diduga mendorong fenomena tersebut adalah kewajiban membayar pajak gereja yang berlaku di sejumlah wilayah negara itu.

Pajak gereja dikenakan kepada warga yang terdaftar sebagai anggota gereja yang diakui negara. Besaran pungutan berbeda-beda di setiap kanton atau provinsi, dengan kisaran sekitar 1%-3% dari pendapatan.

Bagi warga yang ingin terbebas dari pungutan tersebut, salah satu caranya adalah mengajukan pengunduran diri dari keanggotaan gereja. Mekanisme ini disebut turut mendorong meningkatnya jumlah warga Swiss yang secara resmi meninggalkan institusi keagamaan.

Mengutip media lokal Le News, sebanyak 67.497 orang meninggalkan Gereja Katolik di Swiss sepanjang 2023. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, sekitar 39.517 orang juga tercatat keluar dari Gereja Protestan.

Jika digabungkan, hampir 107.000 orang meninggalkan gereja di Swiss sepanjang 2023.

Data Institut Sosiologi Pastoral Swiss (SPI) menunjukkan Basel-Stadt menjadi salah satu wilayah dengan tingkat pengunduran diri tertinggi, mencapai 4,5%.

Basel-Stadt memiliki mekanisme yang memungkinkan warga menghentikan keanggotaan gereja sehingga mereka tidak lagi dikenakan pajak gereja. Menurut laporan Religion Watch, tingkat warga yang meninggalkan gereja cenderung lebih tinggi di wilayah yang menerapkan pungutan tersebut.

Namun, pajak gereja bukan satu-satunya alasan di balik meningkatnya angka pengunduran diri. Fenomena sekularisasi dan sejumlah skandal yang melibatkan lingkungan gereja juga disebut ikut mendorong warga menjauh dari institusi keagamaan.

Perubahan tersebut terlihat dari data demografis Swiss. Sekitar 34% penduduk Swiss mengidentifikasi diri sebagai ateis pada 2022. Angka itu menunjukkan bahwa sebagian masyarakat Swiss memang semakin menjauh dari agama.

Dengan demikian, tren warga meninggalkan gereja di Swiss tidak semata-mata dapat dikaitkan dengan persoalan pajak. Kewajiban finansial tersebut menjadi salah satu faktor, sementara perubahan pandangan masyarakat terhadap agama dan institusi keagamaan turut memainkan peran dalam meningkatnya angka pengunduran diri

#Swiss #Gereja #PajakGereja #GerejaKatolik #GerejaProtestan #Sekularisasi #Agama #WargaSwiss #SwissNews #BeritaDunia #BeritaInternasional #Eropa #Katolik #Protestan #Ateis #Pajak #FenomenaSosial #Internasional

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar

Tautan disalin ke clipboard!