BREAKING EMAS & SILVER EOA UPDATE! Harga Hari Ini Bikin Mata Langsung Fokus, Cek Sebelum Ambil Langkah • Raksasa Lolos, Kuda Hitam Menggila! 32 Tim Babak Gugur Piala Dunia 2026 Terkunci • Assen Bikin Geger! Ai Ogura Menang, Jorge Martin Rebut Takhta Klasemen MotoGP 2026 • Tragedi Latsarmil SPPI: Korban Bertambah Jadi 5, Publik Soroti Sistem Pelatihan • Brasil vs Jepang Siap Memanas! Perebutan Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026 Diprediksi Sengit BREAKING EMAS & SILVER EOA UPDATE! Harga Hari Ini Bikin Mata Langsung Fokus, Cek Sebelum Ambil Langkah • Raksasa Lolos, Kuda Hitam Menggila! 32 Tim Babak Gugur Piala Dunia 2026 Terkunci • Assen Bikin Geger! Ai Ogura Menang, Jorge Martin Rebut Takhta Klasemen MotoGP 2026 • Tragedi Latsarmil SPPI: Korban Bertambah Jadi 5, Publik Soroti Sistem Pelatihan • Brasil vs Jepang Siap Memanas! Perebutan Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026 Diprediksi Sengit
Kembali

Update Terbaru Gempa Venezuela 30 Gempa Susulan Terjadi, Bantuan Dunia Mulai Berdatangan

Update Terbaru Gempa Venezuela 30 Gempa Susulan Terjadi, Bantuan Dunia Mulai Berdatangan
ZOAHARRIAN.COM - Venezuela masih menghadapi situasi darurat usai dua gempa bumi besar mengguncang negara tersebut. Pemerintah Venezuela mencatat sedikitnya 30 gempa susulan telah terjadi setelah dua guncangan utama melanda wilayah negara itu pada Rabu (24/6) malam waktu setempat.

Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 berpusat di dekat Kota San Felipe. Tak lama berselang, gempa kedua yang lebih besar dengan kekuatan magnitudo 7,5 kembali mengguncang wilayah dekat kawasan Yumare.

Dampak bencana ini sangat besar. Sedikitnya 2.000 keluarga kehilangan tempat tinggal, 188 orang dilaporkan meninggal dunia, dan lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, sekitar 46.000 orang masih dinyatakan belum diketahui keberadaannya, meski angka tersebut masih menunggu verifikasi lebih lanjut.

Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, menyebut pemerintah telah mendapatkan bantuan pendanaan senilai 200 juta dolar AS atau sekitar Rp3,26 triliun dari Dana Moneter Internasional (IMF). Dana itu akan difokuskan untuk memperbaiki fasilitas publik dan membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa.

Namun proses pemulihan diperkirakan tidak akan mudah. Venezuela sebelumnya telah menghadapi krisis ekonomi berkepanjangan yang membuat banyak infrastruktur dalam kondisi rentan.

Koordinator Bantuan Darurat PBB, Tom Fletcher, mengatakan sekitar delapan juta warga Venezuela sebenarnya telah membutuhkan bantuan kemanusiaan bahkan sebelum bencana ini terjadi.

Gelombang bantuan internasional pun mulai mengalir. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya siap mengirim bantuan kemanusiaan, tim pencarian dan penyelamatan, hingga pasokan medis. Pemerintah AS juga disebut melonggarkan sebagian sanksi terhadap Venezuela agar distribusi bantuan bisa berlangsung lebih cepat.

Negara-negara Amerika Latin juga ikut bergerak. Presiden El Salvador Nayib Bukele mengumumkan kesiapan pengiriman 50 ton logistik bersama 300 personel tim SAR. Dukungan serupa juga disampaikan Presiden Ekuador Daniel Noboa Azin dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.

Pemerintah Meksiko turut menyatakan kesiapannya untuk mengirim bantuan kemanusiaan sesuai kebutuhan pemerintah Venezuela.

Di sisi lain, Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) telah mengaktifkan jaringan tanggap darurat. Organisasi itu menyebut kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi pencarian korban, layanan kesehatan, tempat penampungan sementara, air bersih, sanitasi, serta kebutuhan pokok masyarakat.

Perusahaan internet satelit Starlink juga mengumumkan pemberian akses internet gratis hingga 25 Juli bagi pelanggan di wilayah terdampak. Selain itu, terminal tambahan juga dikirim untuk membantu memulihkan jaringan komunikasi.

Sementara itu, pemerintah Indonesia memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela dalam kondisi aman. Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, mengatakan tiga WNI yang terdata di negara tersebut telah berhasil dihubungi dan dipastikan selamat.

Menurutnya, Gedung KBRI Caracas dan Wisma Duta tidak mengalami kerusakan struktural berarti. KBRI juga telah membuka jalur komunikasi darurat untuk terus memantau perkembangan situasi serta memastikan keamanan seluruh WNI di Venezuela.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar

Tautan disalin ke clipboard!