BREAKING EMAS & SILVER EOA UPDATE! Harga Hari Ini Bikin Mata Langsung Fokus, Cek Sebelum Ambil Langkah • Raksasa Lolos, Kuda Hitam Menggila! 32 Tim Babak Gugur Piala Dunia 2026 Terkunci • Assen Bikin Geger! Ai Ogura Menang, Jorge Martin Rebut Takhta Klasemen MotoGP 2026 • Tragedi Latsarmil SPPI: Korban Bertambah Jadi 5, Publik Soroti Sistem Pelatihan • Brasil vs Jepang Siap Memanas! Perebutan Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026 Diprediksi Sengit BREAKING EMAS & SILVER EOA UPDATE! Harga Hari Ini Bikin Mata Langsung Fokus, Cek Sebelum Ambil Langkah • Raksasa Lolos, Kuda Hitam Menggila! 32 Tim Babak Gugur Piala Dunia 2026 Terkunci • Assen Bikin Geger! Ai Ogura Menang, Jorge Martin Rebut Takhta Klasemen MotoGP 2026 • Tragedi Latsarmil SPPI: Korban Bertambah Jadi 5, Publik Soroti Sistem Pelatihan • Brasil vs Jepang Siap Memanas! Perebutan Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026 Diprediksi Sengit
Kembali

Tragedi Latsarmil SPPI: Korban Bertambah Jadi 5, Publik Soroti Sistem Pelatihan

Tragedi Latsarmil SPPI: Korban Bertambah Jadi 5, Publik Soroti Sistem Pelatihan
ZOAHARIAN.COM - Kasus meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) menjadi perhatian luas publik. Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi jumlah calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang meninggal dunia bertambah selama pelaksanaan pelatihan.

Hingga Senin, 29 Juni 2026, tercatat lima peserta SPPI meninggal dunia dalam rentang waktu pelaksanaan program tersebut. Perkembangan ini memicu sorotan dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat, akademisi, hingga anggota legislatif.

Pemerintah melalui Kemhan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia. Di saat yang sama, evaluasi terhadap pelaksanaan program juga dipastikan akan dilakukan secara menyeluruh.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan duka cita atas wafatnya para peserta SPPI yang tengah menjalani pelatihan bela negara dan manajerial.

Korban terbaru yang tercatat dalam kasus ini adalah Nola Dya Sari yang dilaporkan meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026.

Berdasarkan penjelasan resmi Kemhan, sebelum kondisi kesehatannya menurun, peserta tersebut masih mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Saat mengalami keluhan sesak napas disertai demam, tim kesehatan satuan segera memberikan pertolongan awal dan merujuk yang bersangkutan ke rumah sakit.

Namun, meski telah mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Sebelumnya, empat peserta lainnya juga dilaporkan meninggal pada waktu dan lokasi pendidikan yang berbeda.

Kemhan menjelaskan setiap peserta memiliki kondisi medis yang berbeda. Beberapa penyebab yang disebutkan antara lain henti jantung (cardiac arrest), heat stroke, komplikasi tuberkulosis, serta satu kasus yang masih dalam proses pendalaman medis.

Pihak Kemhan menegaskan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum pelatihan dimulai. Selain itu, apabila peserta mengalami gangguan kesehatan selama kegiatan berlangsung, penanganan medis disebut langsung diberikan oleh tenaga kesehatan di satuan pendidikan sebelum dirujuk ke rumah sakit bila diperlukan.

Kasus ini turut mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelaksanaan program.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan evaluasi akan mencakup seluruh tahapan kegiatan. Menurutnya, apabila ditemukan prosedur yang tidak dijalankan sesuai ketentuan atau terdapat unsur kelalaian, hal tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi pemerintah.

Di sisi lain, sejumlah anggota DPR juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latsarmil bagi calon manajer Kopdes Merah Putih. Mereka menilai keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama, sehingga standar kesehatan, pengawasan, serta mitigasi risiko perlu diperkuat dalam pelaksanaan berikutnya.

Meski demikian, pemerintah memastikan program pengembangan Koperasi Desa Merah Putih tetap berjalan dengan sejumlah penyempurnaan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan aspek keselamatan peserta, pelayanan kesehatan, serta kualitas penyelenggaraan pelatihan pada masa mendatang.

Hingga Senin, 29 Juni 2026, proses evaluasi masih berlangsung. Kemhan menyatakan akan terus berkoordinasi dengan satuan pendidikan serta tenaga kesehatan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terkait setiap kasus yang terjadi.

Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan program SPPI dan Latsarmil agar kejadian serupa tidak kembali terulang..

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar

Tautan disalin ke clipboard!