BREAKING Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok, 1 Gram Kini Menjadi Segini • Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional di Cikarang • Sering Dengar Tapi Nggak Paham? Ini Arti Bahasa Gaul Kekinian • Statistik Pertandingan Los Angeles Rams vs Carolina Panthers, di Wild Card Playoff NFL • Bali United Hadapi Dua Ujian Berat di Dewata Challenge Series 2026, Persib Jadi Tantangan Terakhir BREAKING Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok, 1 Gram Kini Menjadi Segini • Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional di Cikarang • Sering Dengar Tapi Nggak Paham? Ini Arti Bahasa Gaul Kekinian • Statistik Pertandingan Los Angeles Rams vs Carolina Panthers, di Wild Card Playoff NFL • Bali United Hadapi Dua Ujian Berat di Dewata Challenge Series 2026, Persib Jadi Tantangan Terakhir
Kembali

Pesona Kuningan Sejak 1918, Surga Sejuk di Kaki Gunung Ciremai

Pesona Kuningan Sejak 1918, Surga Sejuk di Kaki Gunung Ciremai
ZOAHARIAN.COM - Kabupaten Kuningan sejak dulu dikenal sebagai daerah yang sejuk dan memiliki panorama alam yang indah. Keindahan tersebut ternyata sudah diakui sejak zaman Hindia Belanda. Hal ini dibuktikan melalui laporan surat kabar De Locomotief edisi 28 Maret 1918 yang menceritakan perjalanan seorang jurnalis dari Cirebon menuju Kuningan.
Saat itu, belum ada jalur kereta api maupun bus menuju Kuningan. Wisatawan harus melanjutkan perjalanan dari Cirebon menggunakan kereta kuda atau mobil melewati jalan yang berkelok di kaki Gunung Ciremai.

Meski perjalanannya cukup sulit, pemandangan sawah, desa-desa yang subur, serta udara yang sejuk membuat kawasan ini menjadi tujuan favorit untuk beristirahat.
Beberapa tempat yang menjadi daya tarik saat itu antara lain Linggarjati dengan pemandian air jernih dan penginapan, Sangkanurip yang terkenal dengan pemandian air panas belerang, serta Cigugur yang memiliki Kolam Ikan Dewa. Gunung Ciremai juga sudah menjadi tujuan pendakian karena menawarkan panorama yang luas hingga Jawa Tengah.

Menurut sejarawan Tendi dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang dikutip dari DetikJabar, banyak orang Eropa memilih tinggal atau berlibur di Kuningan karena iklimnya yang sejuk dan mirip dengan negara asal mereka. Jejak keberadaan mereka masih dapat ditemukan melalui kawasan permukiman lama dan makam-makam Belanda di Linggarjati, Sangkanurip, dan Cigugur.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar

Tautan disalin ke clipboard!