BREAKING Indonesia vs Malaysia: Decisive Match to the 2026 FIFA ASEAN Cup Final • Pixel 11 to Xiaomi 17 at low prices, many flagship cellphones are getting discounts • Crazy! The world of smartphones is getting faster, 2nm chips up to 8,500 mAh cellphones are causing a stir at the end of September • Only 6 mm! This Xiaomi Power Bank can be attached to a cellphone, but there is one thing that makes you surprised • Odd-Even Jakarta Has Been 10 Years, Will It Be Relaxed? DKI Transportation Department begins to open its voice BREAKING Indonesia vs Malaysia: Decisive Match to the 2026 FIFA ASEAN Cup Final • Pixel 11 to Xiaomi 17 at low prices, many flagship cellphones are getting discounts • Crazy! The world of smartphones is getting faster, 2nm chips up to 8,500 mAh cellphones are causing a stir at the end of September • Only 6 mm! This Xiaomi Power Bank can be attached to a cellphone, but there is one thing that makes you surprised • Odd-Even Jakarta Has Been 10 Years, Will It Be Relaxed? DKI Transportation Department begins to open its voice
Return

Will the Red and White Kopdes be overhauled? Signals from Purbaya Make the Public Even More Curious

🇺🇸 English — United States EN
Will the Red and White Kopdes be overhauled? Signals from Purbaya Make the Public Even More Curious
ZOAHARIAN.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal bahwa Presiden Prabowo Subianto kemungkinan akan melakukan perubahan besar terhadap pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam wawancara bersama Denny Sumargo yang tayang di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo pada Kamis (2/7). Dalam pernyataannya, ia menyebut program koperasi tersebut berpotensi mengalami evaluasi menyeluruh dari Presiden.

"Terus yang koperasi (Merah Putih) mungkin juga sebentar lagi akan diobrak-abrik oleh Bapak Presiden," ujar Purbaya.

Sebelumnya, pemerintah merancang skema pendanaan besar untuk program tersebut. Dari total dana desa sebesar Rp60 triliun per tahun, sekitar Rp40 triliun dialokasikan untuk mencicil biaya pembangunan Kopdes Merah Putih selama enam tahun.

Menurut Purbaya, total anggaran program ini mencapai Rp240 triliun untuk mendukung pembangunan 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia.

"Dana Koperasi (Merah Putih) itu Rp240 triliun untuk 80 ribu koperasi. Itu untuk enam tahun. Saya bayar Rp40 triliun setiap tahun. Desain awal seperti itu," jelasnya.

Namun, dalam pelaksanaannya, Purbaya menilai ada sejumlah pihak yang mengambil langkah di luar rancangan awal tanpa sepengetahuan Presiden.

"Ada beberapa orang yang over kreatif. Bikin ini, bikin itu, bikin ini, yang sebetulnya enggak pernah diketahui Bapak Presiden, paling enggak saya. Itu akan dikendalikan," katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga melakukan perubahan strategi. Target operasional Kopdes Merah Putih pada tahun ini dikabarkan turun dari 80 ribu menjadi 40 ribu titik.

Program ini juga sempat ramai disorot warganet. Sejumlah kritik muncul terkait lokasi pembangunan gedung koperasi yang dinilai terlalu jauh dari pemukiman warga dan kurang strategis.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai jumlah lokasi yang dipersoalkan sangat kecil jika dibandingkan dengan total pembangunan yang sedang berjalan.

Ia mengaku telah melakukan pengecekan langsung dan menyebut titik yang dipermasalahkan jumlahnya tidak sampai sepuluh lokasi.

"Jumlahnya saya sudah hitung, coba bisa disebutin enggak? Kurang dari 10 dari yang sering kita baca di sosial media," ujar Ferry dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (2/7).

Ferry menegaskan bahwa penentuan lokasi Kopdes Merah Putih tidak diputuskan secara sepihak oleh pemerintah pusat. Menurutnya, pemilihan lokasi telah melalui proses musyawarah yang melibatkan masyarakat desa dan kepala desa setempat

Comment (0)

No comments yet. Be the first!

Leave a Comment

Link copied to clipboard!