BREAKING Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional di Cikarang • Sering Dengar Tapi Nggak Paham? Ini Arti Bahasa Gaul Kekinian • Statistik Pertandingan Los Angeles Rams vs Carolina Panthers, di Wild Card Playoff NFL • Bali United Hadapi Dua Ujian Berat di Dewata Challenge Series 2026, Persib Jadi Tantangan Terakhir • Dari Hadiah Sang Ayah hingga Revolusi 3D, Begini Cara Tiga Pengusaha Indonesia Memanfaatkan Ekosistem Apple BREAKING Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional di Cikarang • Sering Dengar Tapi Nggak Paham? Ini Arti Bahasa Gaul Kekinian • Statistik Pertandingan Los Angeles Rams vs Carolina Panthers, di Wild Card Playoff NFL • Bali United Hadapi Dua Ujian Berat di Dewata Challenge Series 2026, Persib Jadi Tantangan Terakhir • Dari Hadiah Sang Ayah hingga Revolusi 3D, Begini Cara Tiga Pengusaha Indonesia Memanfaatkan Ekosistem Apple
Kembali

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Perjalanan Kereta Aman Pascagempa M 4,9

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Perjalanan Kereta Aman Pascagempa M 4,9
ZOAHARIAN.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah operasionalnya tetap aman setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,9 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (19/7/2026).

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 15.11.07 WIB dengan pusat gempa berada di 83 kilometer selatan Kabupaten Sukabumi, tepatnya pada koordinat 7,73 Lintang Selatan dan 106,53 Bujur Timur, dengan kedalaman 23 kilometer.

Getaran gempa dirasakan di wilayah operasional KAI Daop 2 Bandung, khususnya pada lintas Cibeber–Gandasoli. Saat gempa terjadi, KA Siliwangi (343) relasi Cipatat–Sukabumi tengah memasuki Stasiun Cibeber.

Kereta tersebut tiba di Stasiun Cibeber pada pukul 15.13 WIB sesuai jadwal. Namun, sesuai prosedur keselamatan, perjalanan tidak langsung dilanjutkan. Petugas KAI Daop 2 Bandung segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian, mulai dari jalur rel, jembatan, terowongan hingga fasilitas pendukung operasional lainnya untuk memastikan seluruh lintas dalam kondisi aman.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan kerusakan maupun gangguan pada prasarana perkeretaapian. Setelah dipastikan aman, KA Siliwangi kembali diberangkatkan dari Stasiun Cibeber pada pukul 15.34 WIB atau mengalami keterlambatan selama 19 menit dari jadwal semula.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api selalu menjadi prioritas utama perusahaan, termasuk saat menghadapi kondisi darurat seperti bencana alam.

"KAI Daop 2 Bandung memastikan hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh prasarana di lintas Cibeber–Gandasoli dalam kondisi aman dan tidak terdapat kerusakan akibat gempa. Pemeriksaan dilakukan sesuai standar operasional sebagai langkah antisipatif sebelum perjalanan kereta api kembali dilanjutkan. Keselamatan pelanggan, awak sarana, dan operasional kereta api selalu menjadi prioritas utama kami," ujar Kuswardojo.

Ia menjelaskan, setiap kali terjadi gempa yang berpotensi memengaruhi jalur kereta api, KAI akan menerapkan prosedur tanggap darurat dengan menghentikan sementara perjalanan kereta di lintas terdampak untuk dilakukan inspeksi oleh petugas prasarana.

"Meskipun gempa yang terjadi tidak mengakibatkan kerusakan pada jalur maupun bangunan prasarana, pemeriksaan tetap wajib dilakukan sebagai bentuk mitigasi risiko. Kami tidak akan mengoperasikan perjalanan kereta api sebelum dipastikan seluruh jalur benar-benar aman untuk dilalui," tambahnya.

KAI Daop 2 Bandung juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA Siliwangi relasi Cipatat–Sukabumi yang terjadi akibat proses pemeriksaan keselamatan tersebut.

"Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mengutamakan aspek keselamatan dibandingkan ketepatan waktu apabila terjadi kondisi luar biasa seperti bencana alam. Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kepercayaan pelanggan," kata Kuswardojo.

Selain itu, KAI Daop 2 Bandung terus berkoordinasi dengan BMKG serta berbagai pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi pascagempa. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung tetap berlangsung dengan aman, selamat, dan lancar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar

Tautan disalin ke clipboard!