BREAKING Jakarta Threatened by Lack of Clean Water, Will Sea Water Be Transformed into Fresh Water? • Pixel 11 Pro vs Pixel 10 Pro: Google's New Flagship Hasn't Changed Much, But There's One Big Difference • Honor 700 Pro Prepares a Secret Screen on the Back, Xiaomi 17 Pro Features Starting to Be Copycatted? • Persib Bandung Awaited by Persijap in Jepara, Mission to Revive Maung Bandung Begins Sunday Night • Antam Gold Price Today Friday 18 September 2026 Increases! Buyback Also Strengthens BREAKING Jakarta Threatened by Lack of Clean Water, Will Sea Water Be Transformed into Fresh Water? • Pixel 11 Pro vs Pixel 10 Pro: Google's New Flagship Hasn't Changed Much, But There's One Big Difference • Honor 700 Pro Prepares a Secret Screen on the Back, Xiaomi 17 Pro Features Starting to Be Copycatted? • Persib Bandung Awaited by Persijap in Jepara, Mission to Revive Maung Bandung Begins Sunday Night • Antam Gold Price Today Friday 18 September 2026 Increases! Buyback Also Strengthens
Return

Jakarta Terancam Kekurangan Air Bersih, Air Laut Bakal Disulap Jadi Air Tawar?

🇺🇸 English — United States EN
Jakarta Terancam Kekurangan Air Bersih, Air Laut Bakal Disulap Jadi Air Tawar?

ZOAHARIAN.COM – Ancaman kekeringan di Jakarta mulai mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk membuka opsi mengolah air laut menjadi air tawar melalui teknologi desalinasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan teknologi tersebut memungkinkan diterapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat. Namun, ada satu proyek yang menurutnya perlu lebih dulu berjalan, yakni pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall.

“Untuk mengubah air laut menjadi air tawar dan bisa digunakan, maka salah satu hal adalah Giant Sea Wall-nya segera dimulai,” ujar Pramono saat ditemui di Gedung PMI DKI Jakarta, Kamis (17/9/2026), dikutip dari ANTARA. 

Menurut Pramono, keberadaan Giant Sea Wall berkaitan dengan ketersediaan suplai air payau yang nantinya dapat diproses menggunakan teknologi desalinasi menjadi air yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Jika suplai tersebut tersedia, Pemprov DKI Jakarta melalui PAM Jaya disebut siap melakukan pengolahan air untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Kalau itu bisa dilakukan, maka suplai untuk air payau atau air tawar untuk kebutuhan diolah menjadi air yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dengan gampang Pemerintah DKI Jakarta melalui PAM Jaya, kami siap untuk melakukan itu,” katanya. 

DPRD DKI Dorong Desalinasi Segera Dicoba

Wacana tersebut muncul setelah Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin meminta Pemprov DKI mulai mempersiapkan teknologi desalinasi sebagai salah satu solusi menghadapi potensi krisis air bersih.

Suhud menilai Jakarta perlu memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar wilayahnya, terutama jika kondisi kekeringan berlangsung lebih lama.

Ia juga menyebut teknologi desalinasi bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi wilayah Jakarta. Di Kepulauan Seribu, teknologi untuk mengubah air laut menjadi air tawar telah digunakan.

“Di Kepulauan Seribu sudah ada desalinasi ya, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar. Saya kira itu juga harus sudah mulai dicoba dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan Jakarta ini kekurangan air bersih,” ujar Suhud, Kamis (17/9/2026).

Menurut Suhud, ancaman kekeringan harus diantisipasi sejak awal karena dampaknya dapat meluas jika berlangsung dalam waktu panjang.

“Memang harus diantisipasi ya. Kemarin kan ada level awas dari BPBD. Nah saya kira ini harus disikapi serius karena kekeringan ini kan tidak bisa dihindari gitu lah, panjang,” katanya.

Lima Wilayah Jakarta Masuk Status Awas

Wacana mengolah air laut menjadi air tawar ini muncul ketika sejumlah wilayah Jakarta berada dalam status Awas kekeringan meteorologis.

Berdasarkan peringatan dini BMKG untuk Dasarian II September 2026 atau periode 11-20 September, lima wilayah di DKI Jakarta tercatat masuk kategori Awas, yakni Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. 

BMKG juga memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami curah hujan rendah hingga menengah pada periode tersebut. Kondisi atmosfer yang kering menjadi salah satu faktor yang membuat potensi kekeringan perlu diwaspadai. 

Dengan kondisi tersebut, desalinasi kini mulai masuk dalam opsi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan air Jakarta.

Namun, rencana tersebut masih berkaitan erat dengan pembangunan Giant Sea Wall. Jika proyek tersebut mulai berjalan dan kebutuhan suplai air payau dapat dipenuhi, Pemprov DKI melalui PAM Jaya menyatakan siap mengembangkan pengolahan air untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Artinya, ketika ancaman kekeringan semakin nyata, Jakarta tidak hanya mengandalkan sumber air konvensional. Air laut pun mulai dilirik sebagai sumber alternatif untuk menjaga pasokan air bersih ibu kota.

#Jakarta #DKIJakarta #PramonoAnung #Desalinasi #AirLaut #AirBersih #KekeringanJakarta #GiantSeaWall #PAMJaya #BMKG #Kekeringan #BeritaJakarta

Comment (0)

No comments yet. Be the first!

Leave a Comment

Link copied to clipboard!