ZONAHARIAN.COM - Lagu Piala Dunia selalu menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kemeriahan turnamen sepak bola terbesar di dunia. Kehadirannya bukan sekadar pelengkap acara pembukaan atau penutup kompetisi, tetapi juga menjadi simbol yang melekat pada setiap edisi turnamen. Bahkan bagi banyak penggemar sepak bola, lagu resmi Piala Dunia sering kali mampu menghadirkan kembali kenangan pertandingan hanya dari beberapa nada pembuka.
Menariknya, setiap negara tuan rumah memiliki pendekatan yang berbeda dalam menghadirkan lagu Piala Dunia. Ada yang mengangkat nuansa budaya lokal melalui musik tradisional, ada pula yang menggabungkannya dengan sentuhan pop modern agar dapat diterima secara luas oleh penggemar dari berbagai negara. Hal tersebut membuat setiap lagu memiliki karakter dan identitas yang berbeda.
Perjalanan lagu Piala Dunia dimulai sejak awal dekade 1960-an. Salah satu lagu yang membuka tradisi tersebut adalah El Rock Del Mundial dari Los Ramblers pada Piala Dunia 1962. Setelah itu, berbagai lagu terus hadir mewarnai setiap edisi turnamen, seperti World Cup Willie yang dibawakan Lonnie Donegan pada 1966, Futbol Mexico 70 dari Los Hermanos Zavala pada 1970, hingga A Special Kind of Hero milik Stephanie Lawrence di Piala Dunia 1986.
Memasuki era 1990-an, lagu Piala Dunia mulai mendapat perhatian yang lebih besar secara global. Salah satu yang paling berkesan adalah Un'estate Italiana (To Be Number One) karya Edoardo Bennato dan Gianna Nannini untuk Piala Dunia Italia 1990. Lagu ini memiliki nuansa emosional yang kuat dan hingga kini masih dianggap sebagai salah satu soundtrack Piala Dunia terbaik sepanjang sejarah.
Popularitas lagu Piala Dunia semakin meningkat pada 1998 melalui The Cup of Life yang dinyanyikan Ricky Martin. Irama yang energik serta lirik yang mudah diingat menjadikan lagu tersebut sukses besar dan melekat di ingatan banyak penggemar sepak bola.
Namun jika berbicara tentang lagu Piala Dunia paling populer dalam dua dekade terakhir, banyak orang akan langsung mengingat Waka Waka (This Time for Africa) yang dibawakan Shakira bersama Freshlyground pada Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Lagu tersebut berhasil menciptakan suasana penuh semangat dengan irama yang ceria dan energik. Bahkan hingga saat ini, Waka Waka masih sering diputar dalam berbagai acara olahraga maupun hiburan.
Kesuksesan lagu tersebut juga membuat nama Shakira sangat identik dengan Piala Dunia. Setelah sebelumnya meraih popularitas besar melalui Waka Waka, penyanyi asal Kolombia itu kembali dikaitkan dengan Piala Dunia 2026 lewat lagu Dai Dai bersama Burna Boy. Kehadirannya kembali menarik perhatian publik karena tidak banyak musisi yang mampu meninggalkan jejak kuat dalam lebih dari satu edisi Piala Dunia.
Selain Waka Waka, sejumlah lagu lain juga masih populer hingga sekarang seperti We Are One dari Pitbull, Jennifer Lopez, dan Claudia Leitte untuk Piala Dunia 2014, Live It Up dari Nicky Jam, Will Smith, dan Era Istrefi pada 2018, serta Hayya Hayya (Better Together) pada Piala Dunia 2022.
Pada akhirnya, lagu Piala Dunia bukan hanya sekadar soundtrack pelengkap pertandingan. Lagu-lagu tersebut telah menjadi bagian dari kenangan jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Dari Un'estate Italiana, The Cup of Life, hingga Waka Waka, setiap generasi memiliki lagu favorit yang mampu menghidupkan kembali atmosfer dan euforia turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Komentar