BREAKING 10 Garuda Players Frustrate Malaysia! Indonesia Holds 0-0 at GBK • Indonesia vs Malaysia: Decisive Match to the 2026 FIFA ASEAN Cup Final • Pixel 11 to Xiaomi 17 Priced at Slashes, Many Flagship HPs Get Discounts • Crazy! The world of smartphones is getting faster, 2nm chips up to 8,500 mAh cellphones are causing a stir at the end of September • Only 6 mm! This Xiaomi Power Bank can be attached to a cellphone, but there is one thing that makes you surprised BREAKING 10 Garuda Players Frustrate Malaysia! Indonesia Holds 0-0 at GBK • Indonesia vs Malaysia: Decisive Match to the 2026 FIFA ASEAN Cup Final • Pixel 11 to Xiaomi 17 Priced at Slashes, Many Flagship HPs Get Discounts • Crazy! The world of smartphones is getting faster, 2nm chips up to 8,500 mAh cellphones are causing a stir at the end of September • Only 6 mm! This Xiaomi Power Bank can be attached to a cellphone, but there is one thing that makes you surprised
Return

Dedi Mulyadi Prioritizes Tajug Development in West Java, Focuses on Citizen Spirituality

🇺🇸 English — United States EN
Dedi Mulyadi Prioritizes Tajug Development in West Java, Focuses on Citizen Spirituality
ZONAHARIAN.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memprioritaskan pembangunan tajug atau masjid berukuran kecil di berbagai lingkungan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kehidupan spiritual warga sekaligus menghidupkan kembali fungsi rumah ibadah sebagai pusat kegiatan keagamaan sehari-hari.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara Peringatan Hari Besar Islam Muharram 1448 Hijriah bertema "Menguatkan Cinta Islam dan Islam Cinta" di Masjid Raya Al-Jabbar, Selasa (9/6/2026).

Pria yang akrab disapa KDM itu mengatakan, Jawa Barat saat ini sudah memiliki banyak masjid megah. Karena itu, pemerintah akan lebih fokus membangun tajug yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan dapat dimanfaatkan setiap saat.

"Kami ingin membangun masjid-masjid kecil di lingkungan masyarakat yang membutuhkannya dalam setiap waktu. Kan kalau masjid-masjid yang megah sudah banyak di Jawa Barat," ujar KDM.

Menurutnya, pengembangan tajug akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan dukungan berbagai pihak. Keberadaan tajug yang sudah ada di tengah masyarakat juga akan diperkuat tanpa harus membentuk struktur pengelolaan baru.

"Kami ingin membangun masjid yang ada jamaahnya, tempat anak-anak ngaji, tempat ibadah rakyat di situ," katanya.

KDM menilai saat ini terjadi pergeseran fungsi sebagian masjid yang semestinya menjadi ruang ibadah dan refleksi spiritual. Ia menyoroti fenomena masjid yang lebih banyak dikunjungi sebagai destinasi wisata dibandingkan tempat mendekatkan diri kepada Tuhan.

"Kalau masjid sarana rekreasi bukan sarana spiritualitas, maka masjid hanya akan menjadi tempat selfie, bukan tempat tafakur," tegasnya.

Menurut KDM, esensi ibadah tidak terletak pada kemegahan bangunan, melainkan pada kedekatan seorang hamba dengan Sang Pencipta. Ia menegaskan bahwa tafakur dapat dilakukan di mana saja selama hati mampu menghadirkan ketenangan dan keikhlasan.

"Bertafakur bisa dilakukan di mana saja. Di kamar tidur, surau kecil, bawah pohon, tepi sawah, tepi danau, pinggir gunung, hingga tepi samudra. Tempat tidak memiliki makna, yang paling utama adalah keheningan jiwa untuk mampu menghadirkan Tuhan dalam relung jiwa," pungkasnya.

Kebijakan pembangunan tajug ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat, menjadi tempat anak-anak belajar mengaji, serta menghidupkan kembali fungsi rumah ibadah sebagai pusat pembinaan spiritual warga Jawa Barat.

Dikutpi dari Tim Humas Jabar

Comment (0)

No comments yet. Be the first!

Leave a Comment

Link copied to clipboard!